Wardiman Djojonegoro Digugat Orang Tua Siswa

Senin, 11 Agustus | Metro

 

Koran Tempo, Jakarta — Mantan Menteri Pendidikan Wardiman Djojonegoro akan digugat oleh orang tua siswa John Calvin International School (JCIS). Wardiman dinilai harus bertanggung jawab karena dia menjadi salah satu pemegang saham sekolah John Calvin.

 

“Bukan hanya Pak Wardiman, semua pemegang saham kami tuntut,” kata Hendra Siregar, kuasa hukum wali murid, kemarin. Menurut Hendra, ada 10 pemegang saham yang akan dimohonkan sebagai tergugat, termasuk direktur utama sekolah itu, Eko Nugroho.

 

Hendra menjelaskan, pelanggaran kasus itu, setidaknya, dapat dilihat dari tiga perangkat undang-undang, yakni Undang-Undang tentang Perseroan Terbatas, Undang-Undang tentang Sistem Pendidikan Nasional, dan Undang-Undang tentang Perlindungan Konsumen.

 

Dari sisi Undang-Undang Perseroan Terbatas, manajemen JCIS dinilai salah karena sudah beroperasi sebelum mengantongi pengesahan akta pendirian perusahaan. “Yang mereka punya cuma akta pendirian PT,” katanya.

 

Manajemen JCIS juga belum mengantongi izin penyelenggaraan dunia pendidikan sebagaimana diamanatkan oleh UU Nomor 40 Tahun 2007 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Sedangkan berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Konsumen, kata Hendra, pelanggaran itu terjadi karena jasa pendidikan yang ditawarkan oleh JCIS tidak sesuai dengan yang diterima murid. “Brosurnya saja yang kelihatan mewah,” katanya.

 

Kuasa hukum berencana mendaftarkan gugatan itu dalam waktu dekat. “Kami menunggu perkembangan tuntutan pidananya dulu,” kata Hendra. Tuntutan pidana di Polda Metro Jaya belum menunjukkan perkembangan. “Orang tua murid belum pernah diminta berita acara pemeriksaan.”

 

Sementara itu, Wardiman Djojonegoro menolak memberi tanggapan atas rencana gugatan terhadap dirinya. “Saya tidak bisa memberi tanggapan. Tanyakan ke kuasa hukum sekolah saja,” katanya saat dihubungi Tempo. Wardiman menganggap persoalan ini adalah hal yang biasa. “(Gugatan) ini biasa. Orang bertengkar kan biasa,” katanya.

 

Akbar Tri Kurniawan