Sekolah John Calvin Diusut Pidana & Perdata

Minggu, 20 Juli 2008 – 05:20 wib

 

okezone.com JAKARTA  – Tidak puas menuntut pengelola sekolah John Calvin International School (JCIS) secara pidana. Komisaris utama Wardiman Djojonegoro dan Presiden Direktur Eko Nugroho JCIS akan digugat secara perdata.

 

“Gugatan perdata sudah dirancang untuk didaftarkan, saatnya meminta pertanggungjawaban pengurus dan pemegang saham JCIS,” ungkap Rizal Pangabean selaku orang tua murid yang merasa dirugikan, Sabtu (19/7/2008). Para pemegang saham harus mengembalikan uang orang tua murid yang telah diambil, tambahnya.

 

Orang tua murid telah dibebankan biaya uang masuk (tuition fee) sebesar USD3.500. Ditambah uang sekolah USD350 selama12 bulan, atau kurang lebih USD4.200. Termasuk uang tahunan sebesar USD250 per tahun, uang buku dan seragam Rp1.950.000, yang ternyata baru pendidikan berjalan satu tahun sudah bubar.

 

“Saya kurang lebih menghabiskan uang sebesar 250 juta, karena kelima anak saya bersekolah disana,” ungkapnya.

 

Kasudin Dikdas Jakarta Timur Zaenal Soleman tidak dapat banyak turut campur persoalan ini. Menurutnya otoritas sekolah swasta di luar kewenangannya.  Apalagi ini merupakan persoalan internal.

 

“Seandainya sekolah tersebut milik pemerintah, maka Suku Dinas dapat menjaga kegiatan belajar di sekolah tersebut,” ungkap Zaenal.

 

Namun Zaenal menyarankan pihak sekolah tetap melakukan musyawarah kepada orang tua murid. Tujuannya agar segera ditemui solusi segera mungkin. Namun hingga saat ini tidak ada satupun dari pihak  sekolah yang dapat dikonfirmasi.

 

Seperti yang pernah ditulis koran ini, John Calvin International School sudah tutup. Pihak sekolah pernah beralasan sekolah di Jalan Kayuputih Raya No 1 A, Pulogadung, Jakarta Timur tersebut tutup karena bangkrut.  Biaya operasional terlalu tinggi menjadi alasan yang disampaikan kepada orang tua murid. (Isfari Hikmat/Sindo/fit)