Sekolah John Calvin Tinggalkan Utang

17/07/2008 12:38 Pendidikan

Untuk lihat versi tayang, klik http://www.liputan6.com/ibukota/?id=162431

 

Liputan6.com, Jakarta: Sekolah bertaraf internasional John Calvin di Jalan Kayu Manis Raya, Jakarta Timur, telah ditutup. Namun, pengurus sekolah masih meninggalkan utang kepada pengelola gedung dan sejumlah orangtua siswa. Kenyataan itu terbilang kontras, mengingat biaya di sekolah tersebut tinggi dan menggunakan dolar Amerika Serikat [baca: Sekolah John Calvin Ditutup Depdiknas].

 

John Calvin tercatat memiliki 108 murid yang duduk di bangku sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Setiap siswa yang masuk sekolah dasar, dikenakan biaya gedung sebesar US$ 2.500 per enam tahun. Jumlah itu belum termasuk iuran pokok sebesar US$ 250 per bulan serta uang tahunan US$ 250, dan pembayaran buku Rp 1.650.000. Jika ditotal dalam rupiah, biaya sekolah di John Calvin mencapai Rp 28.950.000.

 

Sedangkan untuk masuk SMA, orangtua harus merogoh kantong lebih dalam lagi. Betapa tidak, untuk uang gedung saja, John Calvin mematok harga US$ 3.500 per tiga tahun. Sementara sumbangan penyelenggaraan pendidikan dikenakan US$ 350, serta uang tahunan US$ 250. Beban orangtua masih ditambah dengan pembayaran buku dan baju seragam sebesar Rp 1.950 ribu. Total biaya yang harus dibayar adalah Rp 39.260.000.

 

Menyikapi hal itu, sejumlah orangtua melaporkan Direktur John Calvin Eko Nugroho kepada Kepolisian Daerah Metro Jaya, 10 Juli lalu. Mereka sekaligus mempertanyakan tanggung jawab pemerintah mengenai kasus tersebut.(IKA/Teguh Dwi Hartono).