Orang Tua Siswa John Calvin International School Lapor Polisi

Kamis, 10 Juli 2008 | 20:25 WIB

 

TEMPO Interaktif, Jakarta: Orang tua murid John Calvin International School (JCIS), Jakarta Timur, melaporkan pengelola sekolah internasional itu ke polisi dengan tuduhan penipuan dan penggelapan uang. Laporan itu disampaikan ke Markas Polda Metro Jaya setelah pengelola menutup JCIS pada 6 Juni lalu.

 

Mereka mengadukan Eko Nugroho, Direktur Utama JCIS, ke Sentra Pelayanan Kepolisian Polda Metro Jaya sekitar pukul 11.00 tadi. Rizal Panggabean, koordinator orang tua murid, menuding pengelola menggelapkan biaya sekolah 13 siswa senilai Rp 46,5 juta. JCIS berkewajiban mengembalikan uang karena menutup sekolah secara sepihak. “Kami lapor polisi karena tak ada itikad baik mereka (pengelola),” ujar Rizal.

 

JCIS mengelola SD, SMP, dan SMA. Uang pangkal SD US$ 2.500 dengan uang sekolah per bulan US$ 200. Sedangkan uang masuk untuk SMP US$ 3.500 dengan uang sekolah US$ 250 per bulan. Adapun biaya SMA, uang pangkal US$ 3.500 dan uang iuran per bulan US$ 350.

 

Sahat Panggabean, orang tua murid lainnya, mengeluhkan imbauan JCIS memindahkan siswa ke sekolah lain, Saint Peter Indonesia di Kelapa Gading, Jakarta Utara. “Nggak ada tanggung jawabnya sama sekali,” ujarnya geram. Iran Siregar, kuasa hukum orang tua murid, menuturkan kliennya juga akan menggugat perdata atas kerugian materil dan immateril yang mereka derita.

 

Fery Firmansyah