JICS Tutup, Orangtua Siswa Lapor Polisi  

Kamis 10 Juli 2008, Jam: 19:41:00              

 

JAKARTA (Pos Kota) – Sejumlah orangtua murid John Calvin International School (JICS) Jakarta Timur melapor ke Polda Metro, Kamis (10/7) karena merasa tertipu terkait penutupan sekolah itu.

 

Dalam laporannya bernomor LP 1803/K/VII/2008, mereka mengadukan Eko Nugroho, Direktur JCIS dengan tuduhan pasal 378 KUHP tentang penipuan dan 372 KUHP tentang penggelapan.

 

Rizal, salah satu orangtua wari murid menuding pengelola JCIS menggelapkan biaya sekolah yang telah dibayarkan 13 orang tua murid senilai total Rp46,5 juta. Pihak wali murid sebelumnya sudah 2 kali mensomasi pengelola JCIS.

 

“Karena tidak ada tanggapan kami, makanya kami lapor polisi. Pihak pengelola tidak ada itikad baik, seharusnya mereka mengembalikan biaya,” kata Rizal yang merasa dibohongi.

 

Pada awal pendiriannya, JCIS memasang gambar mantan Mendikbud Wardiman Djojonegoro. “Maksudnya mungkin sekolahan itu agar terkesan bonafid,” tambah Rizal.

 

“Kok enaknya aja mereka mengimbau kami memindahkan anak ke sekolah lain,” timpal Panggabean, orang tua lainnya.

 

Kuasa hukum wali murid, Iran Siregar, menambahkan selain mereka juga berencana menempuh gugatan perdata.

 

Sekolah internasional di bilangan Korea Town Kayu Putih, Pulomas Jakata Timur yang memiliki 108 di tingkat SD, SMP dan SMA terpaksa berhenti belajar tutup sejak 6 Juni 2008.

 

Murid JCIS berencana akan tetap melakukan kegiatan belajar-mengajar dalam tenda darurat mulai Jumat hari ini. Relawan yang disiapkan untuk mengajar berasal dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) serta relawan individu dari kalangan keluarga siswa.

 

(edi/ird/g)