Hukum & Kriminal

Belum Kembalikan Uang Siswa, John Calvin International School Dipolisikan

 

JCIS dituntut mengembalikan uang pangkal dan uang sekolah tahun ajaran 2007-2008 yang telah dibayar senilai Rp 700 juta. Tuntutan ini dilayangkan karena sejak JICS dinyatakan tutup karena belum melunasi sewa gedung, sejumlah 108 murid terkatung-katung

 

POLDA METRO, JakartaKita — Pengelola sekolah John Calvin International School (JCIS) di kawasan Pulo Mas Jakarta Timur dilaporkan orang tua murid ke Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polda Metro Jaya, Kamis (10/7).

 

Yang datang melaporkan adalah Rizal Panggabean, Sahat Panggabean dan You Hye Seung (WN Korea) mewakili 17 orang tua murid JCIS didampingi pengacara Iran Syahrial Siregar dan Hendra Siregar.

 

Mereka menuntut JCIS mengembalikan uang pangkal dan uang sekolah tahun ajaran 2007-2008 yang telah dibayar senilai Rp 700 juta. Tuntutan ini dilayangkan karena sejak JICS dinyatakan tutup karena belum melunasi sewa gedung, sejumlah 108 murid terkatung.

 

“Anak-anak kami akan dipindahkan ke sekolah Saint Peter tetapi kami menolak karena pengelolanya orang yang sama di JCIS. Kami takut anak anak kami mengalami keterlantaran lagi,” kata Sahat

 

“Ini jelas pembusukan dunia pendidikan kita dan merusak citra pendidikan Indonesia karena terdapat anak murid asing warga Korea yang juga disekolahkan di JCIS,” tambah Rizal.

 

Menurut Sahat pihaknya percaya dengan kredibilitas JCIS karena bertengger nama mantan Mendiknas Wardiman Djojonegoro sebagai Komisaris Utama dan sejumlah tokoh beken lainnya.

 

Namun pihaknya terpaksa melapor ke Polda karena beberapa kali usaha damai dan negosiasi dengan pengelola JCIS di abaikan.

 

Laporan orangtua murid tersebut tertuang pada SPK No:LP/803/K.VII/2008 dengan pelapor Hendra Siregar selaku pengacara dengan terlapor pengelola JCIS Eko Nugroho.

 

Wardiman Djojonegoro, ketika dikonfirmasi, menolak berkomentar. “Juru bicara kami Andre Lego dia yang mewakili kami, maaf saya sedang di Singapura,” tukasnya. (medi)