Sekolah Internasional Tutup, Orangtua Siswa Tuntut Ganti Rugi

Wednesday, 09 July 2008

 

JAKARTA (SINDO) – Orangtua murid yang menyekolahkan anaknya di John Calvin International School (JCIS), Pulogadung, Jakarta Timur menuntut ganti rugi sekolah tersebut.


Hal ini terkait ditutupnya sekolah tersebut tanpa alasan jelas. Akibat penutupan itu, sekitar 108 siswa yang bersekolah di JCIS telantar. Para orangtua siswa bahkan berencana melaporkan Presiden Direktur JICS Eko Nugroho dan Andre Legoh, sebagai perwakilan para pemegang saham JICS, ke Polda Metro Jaya hari ini pukul 10.00 WIB.Mereka menganggap pihak sekolah menutup sekolah tersebut secara sepihak. Diketahui, sekolah internasional yang berlokasi di Jalan Kayu Putih Raya itu berdiri sejak setahun yang lalu. Menurut Rizal Panggabean, orangtua siswa, warga Jalan Waru, Rawamangun, penutupan sekolah tersebut melalui surat pemberitahuan tertanggal 6 Juni 2008 dan ditandatangani Eko dan Andre.
”Saya merasa tertipu. Saya kira pihak sekolah sudah tidak ada niat baik. Saya mau uang saya dikembalikan,” ungkap Rizal Panggabean kemarin. Sejumlah wartawan tidak diperkenankan menemui pihak sekolah saat akan dikonfirmasi mengenai penutupan tersebut.

Bahkan, mereka dilarang masuk dengan alasan tidak jelas. Kasi Pendidikan Sekolah Dasar Suku Dinas Pendidikan Dasar (Dikdas) Jakarta Timur Endang mengatakan, izin operasional JICS belum dikeluarkan Dikdas DKI Jakarta. ”Kalaupun ada, itu baru izin prinsip. Izin prinsipnya saja masih di dinas, dan kami belum mendapatkan laporannya,” ujarnya.

 

(isfari)