Melalui Kuasa Hukumnya, Horas Panjaitan, S.H., para pendiri JCIS mengirimkan jawaban Somasi kepada Kuasa Hukum orang tua tertanggal 4 Juli 2008. Isi jawaban tersebut terdiri dari 5 butir dengan ringkasan lebih kurang sebagai berikut:

(1)   JCIS tidak dapat meneruskan sewa di lingkungan Korea Town karena pihak KWCI tidak dapat menyediakan sarana dan prasarana yang disepakati.

(2)   Pendiri JCIS memutuskan untuk tidak melanjutkan sewa di Korea Town dan meminta bantuan St. Peter’s International Program (SPI) untuk dapat menerima peserta didik JCIS dengan pembebasan uang pangkal dan uang sekolah yang sama dengan di JCIS.

(3)   Permintaan tersebut dikabulkan oleh SPI. Disebutkan bahwa SPI telah berpengalaman melaksanakan ujian dari University of Cambridge International Examination dan telah terakreditasi sebagai Center of International Examination dari UC

(4)   Karena permintaan bantuan kepada SPI telah dikabulkan, maka tanggung jawab hukum dari Pendiri JCIS telah selesai. Dikatakan bahwa penyaluran ke SPI justeru menambah benefit dari peserta didik JCIS dan dilakukan dalam rangka menyelamatkan kelanjutan pendidikan peserta didik ke arah yang lebih baik.

(5)   Permintaan penyerahan raport beberapa peserta didik akan segera dilakukan apabila orang tua yang bersangkutan telah membayar kewajiban uang sekolah.