ORANG TUA PESERTA DIDIK

JOHN CALVIN INTERNATIONAL SCHOOL

 

 

Jakarta, 2 Juni 2008

 

Mencermati perkembangan kondisi proses belajar-mengajar di John Calvin International School (JCIS) serta pemberitaan di media cetak (Warta Kota) dan media virtual (wartakota.co.id. dan kompas.com) Sabtu 31 Mei 2008, yang mengutip pernyataan Bapak Dr. Wardiman Djojonegoro sebagai salah satu pemegang saham JCIS, yaitu:

 

“Saya pribadi memang salah satu pemilik saham, cuma tidak terlalu ikut campur. Tapi, yang pasti para pemilik saham sudah menjelaskan kondisi itu ke guru dan orangtua murid. Jadi dalam hal ini tidak ada yang salah. Ibarat bus mau ke Bandung, di tengah perjalanan berhenti mogok. Penumpang kecewa ya wajar, tapi pihak bus kan sudah memberi penjelasan,” tutur Wardiman.

 

 

 

kami Orang Tua Peserta Didik di JCIS ingin menanggapi, sebagai berikut:

 

(1) Kami tidak pernah mendapatkan penjelasan resmi dari pemegang saham JCIS mengenai kondisi kesulitan keuangan yang mengakibatkan tidak dilanjutkannya kegiatan sekolah atau belajar-mengajar sebagaimana yang tersirat dalam pernyataan Bapak Dr. Wardiman Djojonegoro di atas.

 

(2) Dengan tidak adanya penjelasan resmi dan pernyataan yang seakan menyepelekan seperti di atas, sebagai Orang tua peserta didik di JCIS, kami mempertanyakan komitmen para pemegang saham sebagai bagian dari penyelenggara sekolah dalam mengupayakan usaha saling hormat-menghormati dan tanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat sebagaimana tertera pada bagian Filosofi Sekolah dalam ”Parents/Students Handbook” untuk tahun ajaran 2007 – 2008 serta tersirat dalam Misi Sekolah.

 

(3) Pengibaratan ”Penumpang yang kecewa ya wajar…” yang dinyatakan oleh Bapak Dr. Wardiman Djojonegoro di atas dapat menjadi preseden buruk bagi para peserta didik di JCIS pada khususnya dan dunia pendidikan di Indonesia pada umumnya, karena mengajarkan sikap tidak bertanggung jawab dan mudah menyerah terhadap masalah yang timbul. Hal ini sangat disayangkan, mengingat beliau adalah figur dunia pendidikan di Indonesia serta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada Kabinet Pembangunan VI (1993-1998).

 

(4) JCIS merupakan sebuah institusi pendidikan yang diharapkan dapat membentuk nilai dan karakter anak-anak kami. Sejalan dengan seruan Presiden RI, Bapak Susilo Bambang Yudhoyono pada Puncak Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2008, khususnya ”membangun peradaban bangsa yang terhormat, peradaban bangsa yang mulia, civilization yang baik”, kami mengharapkan anak-anak kami juga mendapatkan contoh yang sesuai dalam upaya pembangunan karakter dan watak yang baik sebagaimana yang dimaksudkan dalam seruan tersebut.

 

(5) Pada hakekatnya, kami sebagai orang tua peserta didik di JCIS, ingin agar masalah ini dapat segera diselesaikan dengan mengedepankan cara-cara yang damai, beradab dan demokratis. Untuk itu kami telah menunjukkan itikad baik untuk menyelesaikan tindakan sepihak yang dilakukan Pemegang Saham JCIS yang sebenarnya telah merugikan peserta didik, orang tua peserta didik, guru dan pihak-pihak terkait lainnya.

 

(6) Itikad baik tersebut di atas dilakukan dengan tanpa mengabaikan pranata sosial dan pranata hukum yang berlaku. Untuk itu, kami menyiapkan langkah-langkah hukum berupa penuntutan ganti rugi materi dan nonmateri yang timbul karena permasalahan ini.

 

 

 

 

Demikian tanggapan kami orang tua peserta didik di JCIS.

 

 

 

 

Atas nama orang tua peserta didik

John Calvin International School

Jl. Kayu Putih Raya No.1

Pulomas, Jakarta

 

Sahat Panggabean

Rizal Panggabean

 

 

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:

Prisca Delima – Email: ortu.JCIS@gmail.com